Solo Hiking ke Gunung Prau

Gunung Prau

Setelah dulu solo traveling ke Jogja, kali ini maennya solo hiking ke gunung Prau, Wonosobo, Jawa Tengah. Ingin nyoba aja naek gunung, bikin tenda dan lain-lainnya sendiri. Tapi sebenernya karena kawan-kawan yang biasa naek gunung bareng udah pada pernah ke Prau sih, jadi memutuskan untuk sendiri :)

Nekat ya? iya sih dikit hhaha, tapi dibalik kenekatan tentu ada persiapan dan tentu sudah berusaha memperhitungkan segala sesuatunya. Salah satu kenapa milih gunung Prau, karena sudah ngubek informasi tentang jalurnya yang cukup jelas dan ga terlalu panjang, juga transportasi yang mudah hhehe. Jadi insya Allah cocok buat pemula kayak saya yang masih fakir tentang ilmu ke-gunung-an.

Intinya gunung Prau memiliki panorama yang indah. Terlebih jika naik dari basecamp Patak Banteng, saat sudah naik sekitar satu jam kita bakal disuguhi pemandangan telaga yang bisa jadi penyemangat dibalik terjalnya trek :D Trek awal gunung ini perkebunan, setelah masuk perhutanan, treknya agak berdebu, jadi siapkan saja masker atau buff sebagai penutup hidung dan mulut.

Dua jam mendaki dengan sedikit istirahat, sudah bisa sampai di area campnya yang luas, cocok buat liat sunrise. Tinggal pilih spot yang nyaman saja.
Continue Reading

Butuh Berapa Ramadhan Lagi?

Beberapa waktu mendekati bulan Ramadhan ini mendapat tiga berita duka dari kalangan saudara ayah dan ibu. Semuanya berpulang sesuai ajal yang ditetapkan Allah. Dari hal ini langsung teringat pesan ustadz :

Coba anda renungkan, orang-orang yang diwafatkan sebelum Ramadhan itu bisa saja amalannya sudah cukup dan dosanya sudah diampuni. Makanya Allah memanggil mereka, kalau diilustrasikan “Ayo sini pulang, amal kamu sudah cukup, dosa kamu sudah diampuni, sudah..sudah.. ga perlu capek lagi di dunia, ayo sini..sini pulang.”
Poinnya adalah barangkali anda masih dihidupkan sampai saat ini, masih diberi kesempatan untuk menjalani bulan Ramadhan mungkin masih ada amalan yang kurang, masih ada dosa yang belum di-Istighfar-i. Saking sayangnya Allah anda masih dikasih kesempatan lagi untuk berubah dan memperbaiki amalan. Kalau sampai Ramadhan ini belum mau berubah juga, anda butuh berapa Ramadhan lagi untuk mau berubah jadi lebih baik?

#JLEB
*kemudian tertunduk

Deactive Facebook

Akun Facebook dimatiin. Lagi pengen nyoba ga punya facebook :D . Tapi alasan lebih tepatnya karena beberapa waktu kebelakang, isi timelinenya agak kurang kondusif, kadang bikin hati emosi dan mikirin hal yang harusnya ga dipikirin. Agak aneh juga sih, padahal yang punya masalah orang lain tapi kok yang komentar dan saling mencaci malah yang bukan punya masalah. Karena labil, akhirnya kadang jadi suka ingin ikutan komentar. Belum lagi jadi suka suudzon sama orang lain akibat liat postingannya :(((

Selain itu, setelah scroll timeline sendiri, ternyata setelah dibaca-baca banyak juga postingan dan komentar yang ga penting bikinan sendiri, jadinya malu sendiri. Astagfirullah… Kadang suka posting-postingan hal yang sok tau, nulis tanpa ilmu, postingan ga jelas, dll… padahal percaya suatu saat nanti akan datang hari pertanggungjawaban :(
Ternyata yang salah bukan facebooknya, tapi sayanya yang harus belajar dulu mengendalikan diri. Dan ternyata kalo ga punya facebook hidup masih aman-aman aja loh hhehe

Teringat nasihat dari seorang ustadz :

“Kalau bisa menulis yang baik-baik kenapa harus menulis yang ga ada faedahnya?”

Nasihat diatas yang masih harus belajar dipraktekin, minimal kalo posting yang mubah (boleh), jangan sampe yang dilarang deh, mencela, memaki,dll.

Mudah-mudahan Allah mengampuni segala kesalahan dan saya memohon maaf kalo terdapat kesalahan bagi yang pernah berinteraksi dengan saya di Facebook ataupun di media sosial lainnya…

Gunung Api Purba Nglanggeran

Setelah selesai jadi anak pantai dan bermain foto-foto di Pantai Baron, perjalanan saya lanjutkan ke daerah desa Nglanggeran untuk jadi anak gunung. Di desa ini terdapat sebuah gunung yang bernama Gunung Api Purba.

Dari Pantai Baron saya memacu motor ke arah Jogjakarta dan menuju desa Nglanggeran. Perjalanannya ditempuh kurang lebih selama satu setengah jam melewati jalan besar dari Pantai Baron hingga sampai di pos awal pendakian.
Continue Reading

Solo Traveling Perdana

Kota Jogjakarta menjadi destinasi perdana buat solo traveling. Sudah lama ingin ke Jogja akhirnya kesampean, walaupun harus sendiri. Liburan di kala orang-orang sedang asyik bekerja mencari pundi-pundi.
Perjalanan singkat kali ini mencoba jadi Jomblo Solo Traveler karena memang belum pernah jalan jauh sendirian. Yah sekedar ingin merasakan sensasi jalan sendiri, merencanakan dan membuat itinerary sendiri, nyari info sendiri, motret sendiri (a.k.a selfie :D), pokoknya serba sendiri (mungkin ini akibat terlalu lama sendiri hhaha )

27 September 2016
Malam hari menumpang kereta dari Bandung menuju Stasiun Tugu Jogjakarta, sesampai disana dijemput Bang Sigit (teman kakak yang baik hati hhehe). Diangkutlah saya menuju rumah beliau hingga menunggu pagi datang, sebelum saya menjajaki tempat wisata di Jogja. Continue Reading

Satu Karakter Salah, Dua (puluh) Tiga Jam Terlampaui di Depan Komputer

Ketika kita merasa sudah pernah menyelesaikan suatu pekerjaan yang sama dan menganggap remeh —walaupun hanya dalam hati kecil— maka terkadang timbul rasa sombong dalam hati. Rasa sombong yang berakibat datangnya teguran dari Allah.

Terlebih di dunia programming — yang saya geluti— dimana kurang satu huruf saja maka program tidak bisa jalan. Akibat sifat ujub/sombong tadi mudah bagi Allah untuk menyilapkan, melewatkan atau mengecoh mata ini sehingga terdapat huruf-huruf yang kurang dalam barisan kode.
Dahsyatnya, terkadang kesalahan pada program, “baru” bisa ditemukan dalam waktu berjam-jam. Bayangkan hanya karena satu huruf. Sering juga mendengar dari temen-temen seprofesi dan juga dari pengalaman pribadi :D , kerjaannya mantengin layar berjam-jam “hanya” untuk mencari kesalahan dalam program, saking ga tau dimana errornya karena merasa sudah benar. Bahkan mencari di stackoverflow (forum tanya-jawab) atau google pun ga ketemu error yang sedang dialami. Astaghfirullah…

Seberapa lama dan hebatnya pengalaman Anda di bidang yang Anda tekuni jangan sampe membuat sombong, karena memang bagi manusia ga ada yang bisa disombongkan. Jikalau Allah berkehendak membuat susah suatu urusan, maka orang sedunia membantu sekalipun niscaya tidak akan mampu. Begitupun sebaliknya, bila Allah memudahkan suatu urusan, maka orang sedunia sekalipun tidak akan mampu menghalangi.

Hikmah dibalik semua itu ialah Allah memberi jalan buat hambaNya biar banyak istighfar :) dan mungkin bisa jadi lupa baca Bismillah ketika akan melakukan sesuatu.

Wallahu a’lam.