Satu Karakter Salah, Dua (puluh) Tiga Jam Terlampaui di Depan Komputer

Ketika kita merasa sudah pernah menyelesaikan suatu pekerjaan yang sama dan menganggap remeh —walaupun hanya dalam hati kecil— maka terkadang timbul rasa sombong dalam hati. Rasa sombong yang berakibat datangnya teguran dari Allah.

Terlebih di dunia programming — yang saya geluti— dimana kurang satu huruf saja maka program tidak bisa jalan. Akibat sifat ujub/sombong tadi mudah bagi Allah untuk menyilapkan, melewatkan atau mengecoh mata ini sehingga terdapat huruf-huruf yang kurang dalam barisan kode.
Dahsyatnya, terkadang kesalahan pada program, “baru” bisa ditemukan dalam waktu berjam-jam. Bayangkan hanya karena satu huruf. Sering juga mendengar dari temen-temen seprofesi dan juga dari pengalaman pribadi :D , kerjaannya mantengin layar berjam-jam “hanya” untuk mencari kesalahan dalam program, saking ga tau dimana errornya karena merasa sudah benar. Bahkan mencari di stackoverflow (forum tanya-jawab) atau google pun ga ketemu error yang sedang dialami. Astaghfirullah…

Seberapa lama dan hebatnya pengalaman Anda di bidang yang Anda tekuni jangan sampe membuat sombong, karena memang bagi manusia ga ada yang bisa disombongkan. Jikalau Allah berkehendak membuat susah suatu urusan, maka orang sedunia membantu sekalipun niscaya tidak akan mampu. Begitupun sebaliknya, bila Allah memudahkan suatu urusan, maka orang sedunia sekalipun tidak akan mampu menghalangi.

Hikmah dibalik semua itu ialah Allah memberi jalan buat hambaNya biar banyak istighfar :) dan mungkin bisa jadi lupa baca Bismillah ketika akan melakukan sesuatu.

Wallahu a’lam.

Ketika dosa dan maksiat ini sudah tak terhitung, ibadah masih belum baik, akhlak masih amburadul, namun nikmat dari sang Rabb Yang Maha Rahman dan Rahiim tetap mengalir tak terhingga, sehingga -sudah seharusnya- membuat malu hambaNya.

Koleksi Tuyul

Pemadam Kelaparan

A photo posted by Khairil Nst (@khairilnst) on

 

Akibat liat foto-foto “tuyul” yang berkeliaran di instagram akhirnya jadi kepengen melihara “tuyul”. Tuyul merupakan sebutan yang sering dipakai di komunitas miniature figure ini. Miniatur dengan skala 1:87 ini memiliki tingkat ke-detail-an yang bikin saya kagum. Waktu itu cuma nanya-nanya dulu dan searching tentang harga dari minatur orang-orang-an ini. Ternyata harganya mulai dari sekitar 250K hingga jutaan rupiah untuk satu set miniature (biasanya satu tema dan harga tergantung banyak dan tingkat kedetailan miniatur). Akhirnya nabung dulu deh hhehe.

Sembari nabung bisanya cuma ngeliatin postingan tuyul doang, tangan udah gatel ingin motret. Apalagi kamera di rumah jarang dipake -cuma dipake buat traveling biasanya- :D

Continue Reading

#ntms Jangan Suudzon

~ Sebuah catatan untuk diri sendiri a.k.a note to my self a.k.a ntms :D

Pernah liat ada yang update status/check in/tweet tentang segala ibadah yang dilakuinnya? Misal dia sedang shalat, sedekah, puasa sunnah, pengajian, dll

Kebanyakan dari kita berpikir “apaan sih tuh orang, ibadah kok di update, mau sombong / riya ya?

Aneh ya, padahal yang update status orang lain tapi kok malah kita yang sewot dan malah kita yang suudzon, kita mah gitu sih orangnya.. ( Kita? Kamu aja kali Ril :D ). Dia mau ngupdate status dengan niat apapun sebenernya bukan urusan kita, itu urusan dia dengan Allah. Karena yang tau isi hati seseorang hanya dia dan Allah. Lah kenapa jadi kita yang nambah dosa dengan suudzon sama orang tersebut. Astagfirullah…

Padahal bisa jadi dia update status tersebut dengan niat tulus dan memang ingin ngajak orang lain dalam berbuat kebaikan. Ketika seseorang ngupdate status sedang di pengajian, lalu orang yang liat di timeline jadi tertarik dan besok-besoknya orang lain jadi ikut ke pengajian, bukankah itu jadi manfaat? malah yang ngajak dengan update status tersebut Insya Allah dapet pahala karena udah ngajak pada kebaikan.

Urusan hati seseorang mah ga bisa sepenuhnya kita liat / ketahui, itu bukan wilayah kita. Siapa kita ini? yang bisa-bisanya nge-judge orang, sedangkan kita ga tau apa yang sebenarnya ada di dalem hati kamu #eh hati orang (yg update status) maksudnya :D

Tapi jangan lupa di sisi lain hal tersebut harus kita jadikan sebagai pelajaran untuk diri sendiri, jika kita belum siap dengan niat tulus tanpa sombong/riya dalam update status, nge-tweet, dsb ya jangan dilakuin juga sih, harus bener-bener diyakinin ikhlas dulu.

Jadi inti dari semua ini adalah Selamat menunaikan ibadah shaum, mohon maaf lahir batin :D eh, intinya yaitu apa yang dilakuin orang lain jangan jadi bikin dosa buat diri sendiri, jangan jadi bikin kotor hati karena suudzon, iri, dengki atau sirik kepada perbuatan orang lain. ✌️

Tips Foto dari Fotografer Senior

[Repost Postingan dari Instagram]

A photo posted by Khairil Nst (@khairilnst) on

Udah beberapa kali nonton video-video dari beberapa fotografer pro senior (om Arbain ama om Darwis), ternyata kurang lebih mereka memiliki tips-tips yang ga beda jauh. Mau numpang share ya disini, kalo di twitter namanya kultwit, di instagram kulgram kali yah hhehe sebenernya sekalian buat catetan pribadi juga. Semua yang ditulis ini adalah rangkuman dari apa yang beliau sampaikan, bukan dari saya ya (da aku mah apa atuh)

Tips #1. Kamera
Kamera apa yang paling bagus buat pemula? ini pertanyaan yang sering ditanyakan ke beberapa fotografer. Jawabannya adalah anda punya uang berapa dan kepentingan motret buat apa? Sekarang ini semakin mahal kamera semakin bagus, jadi kalau mau bagus beli lah yang paling mahal :D
Dan kalau kepentingan anda memotret hanya untuk sekedar bersenang-senang tentu ga perlu beli kamera yang harganya sampe puluhan juta rupiah :D Bagi yang ingin mencoba belajar pengaturan semi manual anda bisa mencoba dengan menggunakan kamera prosumer sebelum kamera DSLR. Bahkan saat ini beberapa handphone sudah memiliki pengaturan semi-manual, jadi sangat mumpuni buat yang mau belajar foto-foto dan hanya untuk sekedar bersenang-senang (kayak saya) 😀
Intinya kamera bukan satu-satunya faktor yang membuat foto itu jadi bagus, masih banyak faktor lain yang ga kalah penting.

Continue Reading

Hiking ke Gunung Lembu Purwakarta

[3-4 Oktober 2015] Yes akhirnya naik gunung lagi. Setelah disibukkan dengan tugas (tiada) akhir, abis wisuda langsung naik gunung, yeah!

A photo posted by Khairil Nst (@khairilnst) on

Kali ini hiking ke gunung Lembu di Purwakarta yang tingginya kurang dari 1000 mdpl, pas buat saya yang sudah lama ga naik gunung alias #kurangpiknik :D

Kali ini saya sebagai satu-satunya anggota tim dari Bandung. Berangkat sendiri naik kereta ekonomi tujuan Purwakarta (meeting point) dari stasiun Cimahi. Pukul 8 sudah siap di stasiun walau kereta agak telat, tak disangka sempat bertemu teman lama, kami ngobrol sampai kereta tiba dan kami berpisah gerbong karena disangka tempat duduk harus sesuai dengan tiket, ternyata tidak :| Harga tiket cukup enam ribu dengan harga segitu kereta berhenti di setiap stasiun.

Akhirnya sekitar pukul 12 kereta mendarat di Purwakarta dan saya menunggu rombongan dari Jakarta tiba, duduk di emperan gedung sekitar stasiun. Terlihat lalu lalang para pendaki dengan tasnya yang segede gaban, termasuk saya :D

Rombongan tiba, kami pun bersiap melanjutkan perjalanan lagi menggunakan mobil bak kurang lebih satu jam untuk sampai ke pos pendakian, yaitu daerah Sukatani. Ternyata daerah ini dilewati kereta saya tadi, jadi bagi Anda yang dari arah Bandung, mending turun di stasiun Sukatani ga perlu sampe Purwakarta, jadi bisa menghemat waktu sekitar 15 menitan :D

Sampai di pos kami lapor dan langsung bergegas naik. Medan di gunung Lembu ini bervariasi, mulai dari nanjak, nanjak banget, dan ada juga yang cukup landai. Perjalanan sampai puncak bisa ditempuh sekitar 2-3 jam tergantung barang bawaan juga :D

A photo posted by Khairil Nst (@khairilnst) on


Sebelum sampai puncak masih sempat liat sunset yang keren.

A photo posted by Khairil Nst (@khairilnst) on


Sedangkan di sisi lain gunung Lembu ini kita bisa melihat waduk Jatiluhur yang membentang luas.

A photo posted by Khairil Nst (@khairilnst) on


Kami mendirikan tenda, masak, makan dan istirahat. Sedangkan beberapa dari kami petakilan menikmati pemandangan malam Jatiluhur dari bebatuan besar di ujung gunung.

***

Keesokan hari di pagi hari kami meninggalkan tenda dan menuju bebatuan besar untuk melihat sunrise yang ternyata agak malu-malu muncul hari ini.

A photo posted by Khairil Nst (@khairilnst) on

A photo posted by Khairil Nst (@khairilnst) on

A photo posted by Khairil Nst (@khairilnst) on


Setelah puas berfoto ria, kami balik ke tenda dan ternyata barang yang kami simpan diluar seperti tissue dan keresek sampah diacak-acak sama monyeeeeet. Kami baru tahu bahwa banyak sekali monyet liar sekitar tenda kami. :(
***
Kami sarapan pagi dan beres-beres perlengkapan, dan sebelum siang hari kami sudah bergegas turun untuk kembali ke kota masing-masing. Alhamdulillah.

A photo posted by Khairil Nst (@khairilnst) on

Pantai Sayang Heulang dan Bukit Teletubies

(1 Januari 2016) Pantai Sayang Heulang ini sodaranya pantai Santolo. Kalau dateng dari arah Garut lokasinya 10 menit sebelum pantai Santolo. Pantainya masih bersih dan mudah-mudahan terus bersih. Pasirnya putih dengan pemandangan yang luar biasa. Cocok buat bersantai. Bermain air di pinggir pantai pun bisa, asal hati-hati dengan karangnya.

A photo posted by Khairil Nst (@khairilnst) on

A photo posted by Khairil Nst (@khairilnst) on

Dari pantai saya lanjut ke bukit yang keren berkat info dari penjual makanan di warung yang kita singgahi. Katanya banyak orang menyebutnya bukit teletubies. Dan benar, ternyata tak jauh dari pantai Sayang Heulang ini ada hamparan bukit kecil yang masih hijau dan saat saya berkunjung bertepatan dengan adanya peternak sapi yang sedang menggembala. Macem di luar negeri jadinya, walau saya tersadar bahwa ini di luar nagreg ternyata.

A photo posted by Khairil Nst (@khairilnst) on

A photo posted by Khairil Nst (@khairilnst) on

Selamat mantai!