BuniAyu, Bukan Gua Biasa!

Kali ini saya mencoba berpetualang menikmati keindahan ciptaanNya di daerah Sukabumi, yaitu menelusuri Gua Buniayu atau bahasa kerennya Caving :D. Saya pergi bersama rombongan yang berjumlah 15 orang menggunakan kereta api dari stasiun Bogor menuju stasiun Sukabumi. Menggunakan kereta Bumi Geulis ini memakan waktu sekitar 2,5 jam. Kami berangkat hari Jum’at (23/3) pukul 17.00 dan sampai di Sukabumi pukul 19.30.

Setelah sampai stasiun Sukabumi kami melanjutkan perjalanan lagi dengan menyewa angkot menuju Gua Buniayu, dari stasiun ke Gua berjarak sekitar 43Km dan memakan waktu sekitar 1 jam dengan kecepatan yang lumayan memacu andrenalin :D. Jalan yang dilalui berkelok-kelok seperti jalan di Puncak. Bagi anda yang membawa kendaraan pribadi harus ekstra hati-hati karena selain jalannya tidak terlalu besar,  juga cukup banyak jalan yang bergelombang dan berlubang. Namun sepanjang perjalanan anda akan disuguhi oleh keindahan Kota Sukabumi dari atas.

Sesampainya di kawasan Gua Buniayu kami disambut oleh pengelola dan diberi sedikit pengarahan singkat mengenai Gua yang akan kita lalui sebelum kami istirahat di tempat yang sudah disediakan. Kami berencana masuk Gua pada pagi hari besoknya.

***

Sebelum masuk Gua, kami sarapan dulu dan melakukan sedikit peregangan otot. Lalu kami menyiapkan barang-barang beserta snack yang disimpan dalam dry bag. Setelah semua siap,  kami masuk Gua dengan menggunakan perlengkapan yang disediakan yaitu helm, wearpack, sarung tangan dan sepatu bots layaknya pekerja tambang.

Karena ini bukan gua biasa, maka dari itu perlengkapan diatas sangat penting dan wajib  untuk menunjang penelusuran di dalam Gua. Untuk masuk ke dalam Gua Buniayu, tidak seperti Gua di Dago Pakar yang sebelumnya pernah saya kunjungi, kita tidak bisa melenggang masuk di mulut Gua dengan santai. Kita harus menggunakan alat, saya belum tau apa nama alatnya, seperti timbaan di sumur :). Satu persatu kami digerek hingga masuk ke dalam Gua menggunakan tali yang disiapkan guide, kira-kira berjarak sekitar 20m dari permukaan tanah.

Sesampainya di dalam Gua, kami memulai penelusuran dipandu oleh beberapa guide. Medan yang dilalui bagi pemula seperti saya boleh dibilang cukup extreme. Melewati bebatuan yang tidak rata dan berair membuat batu cukup licin untuk dilalui, konsentrasi dan kehati-hatian sangat penting saat menyusuri Gua Buniayu ini. Selain itu ada juga turunan dan tanjakan yang berlumpur, sehingga kerjasama antar teman sangat dibutuhkan untuk saling membantu.

Namun disamping medan yang extreme kami disuguhi keindahan alam bawah tanah yang luar biasa, bebatuan yang berbentuk indah dan juga kristal-kristal di antara bebatuan membuat perasaan takjub dan tidak menyesal berkunjung ke Gua Buniayu ini. Sempurna.

Berikut beberapa foto yang diambil di dalem Gua oleh Mas Waway :

Berjalan di Buniayu

Berjalan di Buniayu

Melewati bebatuan buniayu

Melewati Bebatuan Buniayu

Salah satu medan buniayu

Salah satu medan Buniayu

Keindahan buniayu

Keindahan Buniayu

Setelah sekitar 5 jam kami melalui berbagai medan yang seru dengan wearpack yang sudah dipenuhi lumpur, akhirnya kami keluar dan lanjut lagi berjalan menuju Curug (air terjun) Bibijilan untuk membersihkan perlengkapan sambil berendam dan menikmati derasnya air terjun yang dingin. Setelah selesai kami langsung menuju basecamp untuk istirahat lalu makan siang dan bersiap untuk pulang.

Curug Bibijilan

Curug Bibijilan

Acara ditutup dengan doa bersama oleh pengelola Buniayu dan tak lupa kami berfoto bersama.

Beberapa hal / tips yang saya dapat dari penelusuran ini yaitu :

  • Persiapkan fisik sebaik mungkin.
  • Lakukan pemanasan agar tidak keram
  • Makan merupakan hal yang wajib sebelum menelusuri gua
  • Konsentrasi saat menelusuri gua, namun jangan tegang, tetep santai :D
  • Gunakan perlengkapan dengan baik
  • Makan makanan ringan untuk sekedar menambah energi saat sedang istirahat di tengah perjalanan
  • Jangan lupa berdoa :)

Itulah sedikit coretan pengalaman saya, semoga bisa memberi gambaran bagi anda yang ingin berkunjung menikmati keindahan Gua Buniayu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha : * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.