Jangan ke Papandayan, Kalau Ga Mau Terpesona !

Setelah beberapa minggu lalu jalan ke Gua Buniayu, long weekend kemarin jalan lagi ke Gunung Papandayan, Garut. Kami berdelapan start dari Jakarta Kamis malam singgah dulu ke rumah di Bandung dan berangkat dari Bandung ba’da subuh.

Memang pas sekali berangkat pagi-pagi itu, melewati jalur Nagrek menuju Garut ditemani hamparan pepohonan sawah dan pegunungan yang hijau menyegarkan mata ini yang tiap hari liat batu bata menjulang tinggi. Ditambah udara yang masih segar, luar biasa.

Karena kami belum tau jalan ya nyasar-nyasar dikit lah dan lama perjalanan sekitar 5 jam (udah termasuk ppn kelewatan). Ada yang unik dari perjalanan kemaren. Di sebuah pertigaan kami berhenti untuk membeli makan siang, kami parkir-kan mobil di sebuah minimarket tepat di pertigaan jalan. Sambil menunggu sebagian yang beli makanan, saya keluar mobil sekedar meluruskan badan. Karena udah lama ga megang kamera saya ambil kamera, dan jeprat-jepret sekeliling untuk sekedar test kamera. Saya liat di pertigaan tersebut ada jejeran tembok, iseng-iseng saya jepret lah itu tembok, beserta tukang ojeknya. :D

Setelah semua selesai beli makanan kami melanjutkan lagi perjalanan, belok kiri dan terus jalan sampe daerah Cikajang. Tapi kok plang Gunung Papandayan ga keliatan, dan akhirnya setelah tanya-tanya ke warga ternyata kita kelewatan. Putar balik. Dan ternyata pintu masuk ke Gunung Papandayan itu tepat di pertigaan tempat kami beli makanan dan saya baru sadar ketika liat hasil foto di rumah, plang Gunung Papandayan itu ada di foto jejeran tembok plus tukang ojek yang saya foto tadi. :(

Plang Pintu Masuk Gunung Papandayan

Plang Pintu Masuk Gunung Papandayan

Dari pintu masuk menuju Gunung Papandayan sekitar 8Km dan jalannya tidak terlalu besar ditambah sebagian jalannya cukup rusak dan berkabut. Setelah melewati jalan tersebut sampailah kami, setelah itu lapor ke petugas sebelum memulai pendakian dan berdoa. Pendakian dimulai.

Jangan kaget, baru jalan beberapa puluh meter saja kita langsung disuguhi keindahan Gunung Papandayan, tangan pun gatel untuk ngeluarin kamera dan langsung jeprat-jepret memotret keindahan ciptaanNya, padahal baru beberapa meter saja. Amazing!

Lalu kami melanjutkan lagi perjalanan menuju Pondok Saladah, hamparan yang luas dan terdapat edelweis walaupun disini hanya sedikit. Perjalanan menuju Pondok Saladah naik turun bebatuan, melewati hutan dan sungai kecil. Lama pendakian sekitar 3 jam karena jalur yang dilewati bagi pemula kayak saya cukup bikin ngos-ngosan dan banyak istirahat. :D Tapi setelah ngos-ngosan kita disuguhi pemandangan yang menakjubkan yang ga bisa dilupain. :D

Perjalanan

Perjalanan

Perjalanan

Pondok Saladah

Makan

Setelah makan-makan dan puas berfoto kami langsung turun lagi dan bersiap untuk pulang, namun sebelum pulang kami menyempatkan diri dulu mampir di pemandian air panas di kawasan Cipanas, Garut.

Sedikit tips untuk pemula seperti saya jika ingin pergi ke Papandayan :

  • Kalau pake mobil pribadi sebaiknya yang agak tinggi, karena jalannya lumayan rusak. Sedan kayaknya kurang cocok.
  • Ga ada penanda di jalur Gunung Papandayan jadi harus ingat-ingat jalurnya jangan sampe kesasar. :)
  • Sebaiknya semua perlengkapan dimasukan dalam tas, jangan di tenteng karena agak susah nantinya untuk melewati medan.
  • Tambahan, kalo mampir di Cipanas dan parkir mobil di luar pemandian anda harus menyiapkan uang parkir 20 ribu. 5 ribu untuk retribusi dan 15 ribu untuk bayar cuci mobil walaupun kita ga minta dicuciin. :D

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha : * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.