Takdir

Sudah sekitar 3 bulan website ini ditinggal oleh pemiliknya dikarenakan kesibukan duniawi (alesan). Semenjak postingan terakhir di akhir bulan Mei, belum nulis lagi dikarenakan mempersiapkan untuk masuk perguruan tinggi (snmptn). Dan hasilnya pun Alhamdulillah…. Tidak Lulus hhehehe.:D

Kecewa ? ya pasti kecewa karena saya masih manusia. Manusiawi jika kita merasa kecewa apabila suatu saat apa yang kita inginkan tidak tercapai, padahal kita sudah berusaha sedemikian rupa, bahkan mengorbankan segalanya demi mendapatkan keinginan tersebut.

Tapi apa gunanya kecewa terus menerus ? atau bahasa jaman sekarang galau. Apakah dengan kita galau terus menerus keinginan kita akan tercapai ? menurut saya tidak. Semakin kita memendam rasa kecewa di dalam diri sepertinya semakin lama juga diri ini menerima kegagalan tersebut. Seperti menggenggam kawat berduri. Semakin kita memegang erat kawat itu semakin sakit, dan salah satu cara untuk menghilangkan rasa sakit yaitu dengan melepaskan tangan kita dari kawat berduri. Sama halnya dengan kecewa, lepaskan saja rasa kecewa tersebut niscaya hati ini akan tenang.

Ya mungkin ada banyak juga faktor yang menyebabkan saya tidak diterima, mungkin ilmunya kurang, atau karena banyak dosa juga (pasti :)), atau bisa jadi Allah Yang Maha Mengetahui, tau bahwa saya tidak cocok kalau belajar di perguruan tinggi yang saya pilih.
Sebagai muslim, saya mempercayai rukun iman yang terakhir yaitu iman (percaya) kepada qadha dan qadhar. Percaya kepada segala takdir Allah. Dan bagi saya takdir Allah tidak ada yang buruk.

Setelah kegagalan tersebut akhirnya saya menjalankan plan B :D. Mendaftar di salah satu politeknik negeri di Bandung. Dan melaksanakan ujian seleksi kembali dengan ribuan orang lainnya. Dan hasilnya Alhamdulillah… Lulus, jurusan teknik informatika. :D

Dan saya baru ingat, ternyata satu tahun yang lalu, tepatnya saat di koridor SMK saya, saya dan teman ngobrol singkat tentang apa yang akan dilakukan setelah lulus di SMK, teman saya memilih langsung melanjutkan kuliah di politeknik tersebut sedangkan saya memilih untuk bekerja terlebih dahulu baru kuliah, dan saat itu saya kurang lebih mengatakan “Tunggu saya di Polban tahun depan…”
Ternyata ucapan/doa tahun lalu lah yang dikabul oleh Allah. Selain itu Allah juga mempermudah segalanya, mulai dari pendaftaran hingga ujian seleksi dan sampai saya diterima. Allahuakbar!

Oia satu lagi karena sekarang masih edisi Lebaran, saya pribadi meminta, Mohon Maaf Lahir & Bathin jika dalam tulisan-tulisan saya ada yang kurang berkenan di hati para pembaca, juga jika di kehidupan sehari-hari juga saya punya salah mohon di maafkan juga.

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha : * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.