Niagaranya Indonesia Itu Bernama Curug Malela

Dampak dari perjalanan ke Curug Tilu bersama Ganjil Crew, ternyata temen-temen request untuk Curug Malela sebagai destinasi selanjutnya. Namun menurut para blogger yang sudah pernah kesana, perjalanannya membutuhkan waktu yang lumayan dan jalan yang tidak terlalu bagus. Akhirnya saya dan @andrykw siap untuk survei terlebih dahulu sebelum bawa rombongan Ganjil Crew karena bertepatan dengan tidak adanya kegiatan perkuliahan alias libur.

Akhirnya tanggal 30/1 kami berdua sepakat siap menjajal curug Malela. Berbekal info dari teman dan blog di internet kami mulai perjalanan dengan mengendarai Sang Legenda Hitam. Pukul delapan kami mulai perjalanan dari rumah saya menuju persimpangan Cimareme, dan berhenti sebentar untuk membeli perbekalan dalam perjalanan ini. Sekitar setengah sembilan kami mulai kembali melanjutkan perjalanan.
Kami melewati jalanan Batujajar – Cililin – Sindangkerta – Bunijaya hingga daerah Rongga. Jalan raya yang dilalui cukup bagus walau di beberapa titik banyak jalan yang berlubang. Penunjuk arah pun cukup jelas, di setiap papan arah jalan terdapat penunjuk untuk menuju Curug Malela. Jadi tak perlu khawatir asal kita jeli maka tak akan nyasar.

Setelah perjalanan sekitar 2 jam barulah masuk ke daerah yang akses jalannya sangat-sangat banget tidak baik untuk kendaraan roda dua biasa. Hanya bebatuan cadas dan tanah yang terlihat, walau sesekali jalannya cukup rata. Tidak direkomendasikan untuk motor matic, bisa dadas mungkin bodynya. Lebih baik menggunakan motor trail, sedangkan saya nekat pake motor agak jadul :D

Jalan menuju Malela

Melewati Rintangan

Sekuat tenaga kami lalui jalanan ini bersama Legenda hitam walau sesekali Andry harus turun dari motor agar saya bisa menjaga keseimbangan dengan baik. Walau perjalanan ini bisa dibilang “keras”, di kiri dan kanan jalan kami disuguhi pemandangan hijau.

Akhirnya setelah sekitar 1 jam, kami sampai di daerah curug Malela yang ditandai dengan beberapa plang dan warung. Kami titipkan motor pada warung dan bersiap trekking menuju curug Malela yang berada sekitar 1km lagi. Dari warung kita berjalan dan menuruni anak tangga sampai pos dimana kita bisa langsung melihat curug Malela dari kejauhan. Karena bukan hari libur maka tidak ada penjaga di pos ini bahkan tidak ada satu orangpun yang kami temui.

Di Pos.

Lalu kami lanjut lagi trekking melewati sawah, jalanan tanah dan anak tangga. Sekitar pukul 13 kami sampai tepat di sisi air terjun Malela. Sesampainya disana kami disambut dengan hujan yang cukup deras. Beruntung hujannya turun tidak terlalu lama, dan setelah itu kami langsung menyantap makan siang yang sudah dibeli sebelumnya sembari diiringi alunan suara air terjun yang indah. Walau airnya berwarna cokelat karena hujan, namun air terjun ini tetap mempesona :D

Pemandangan saat Trekking.

Curug Malela.

Setelah puas menikmati Niagara Mini ini, pukul 15 kamipun pulang melewati jalan yang sama, benar-benar membutuhkan mental yang kuat dalam melewati jalanan ini. Terlebih setelah hujan, jalanan yang tadi kami lewati kini lebih licin dan beberapa kali ban motor tertahan di tanah sehingga mesti diangkat oleh Andry.
Alhamdulillah, pukul 19 kami pun sampai dengan selamat di rumah.

*kesimpulannya saya kapok bawa motor ke sana, kecuali kalo motornya Trail :D

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha : * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.