Lost in Jayagiri

13 April 2013 – Hari ini berangkat menuju daerah Jayagiri, Lembang untuk wisata lintas hutan bersama ganjilcrew. Enam orang termasuk saya yang ikut dalam wisata alam ini. Sekitar pukul delapan kami berangkat menunggangi motor dari Gegerkalong (meeting point) menuju pintu masuk Jayagiri di Lembang, perjalanan memakan waktu sekitar satu jam karena ditengah perjalanan sempat ada motor yang harus ganti ban dulu. Akses menuju pintu masuk cukup mudah, yaitu masuk gang sebelah kiri setelah indomar*t (belokan jalan yang satu arah) di pusat Lembang.  Dari situ tinggal mengikuti jalan hingga ujung maka langsung terdapat pintu masuk.

Pintu masuk.

Setelah sampai, kami diwajibkan membayar 5.000 rupiah/orang untuk menebus tiket masuk. Lintas hutan pun dimulai. Belum beberapa lama berjalan kami sudah disuguhi pohon pinus di kiri kanan jalur. Karena kemaren-kemaren sering hujan, jadi jalur pun agak licin. Jalur yang dilalui tidak terlalu menanjak, cukup landai. Target kami yaitu ingin menuju kawah gunung Tangkuban Parahu melalui jalur belakang, yaitu tidak melewati jalur ‘aspal’ yang biasa dilalui para wisatawan, kami ingin menembus lewat hutan.

Perjalanan Dimulai

Di tengah pohon-pohon pinus

Kami mengikuti jalur terus hingga kami menemukan ‘komplek warung’ di tengah hutan. Disini terdapat beberapa warung yang dijadikan tempat istirahat untuk para wisatawan. Selain dilalui para hikers, hutan Jayagiri ini juga sering dijadikan track offroad bagi motor trail. Beberapa kali kami menjumpai rombongan motor trail saat perjalanan.

Saung

Setelah istirahat kami lanjutkan kembali perjalanan, hingga akhirnya kami menemukan persimpangan-persimpangan yang membuat bingung karena minimnya informasi, hanya mengandalkan  ‘mereka-reka’ dan bertanya kepada orang yang kebetulan lewat dan yang membuat kami semakin bingung jawabannya berbeda-beda :D .

Jalur Motor Trail

Kami terus mengikuti jalur motor trail yang terlihat jelas karena jejak-jejak motor ini di beberapa spot meninggalkan bekas yang cukup dalam sehingga terkadang banyak genangan air di jalur, selain itu oli pun banyak tercecer.
Kami istirahat lagi di sebuah area cukup luas dan tinggi, disini kita sebenarnya bisa melihat pemandangan ke arah kota namun saat ini sedang tertutup kabut. Selain itu di jalur tracking kita menemukan juga beberapa kuda yang terikat sedang bersantai-santai :D.

Kuda

Lalu kami menjumpai beberapa orang yang ada di hutan dan menanyakan akhir jalur ini, ternyata jalur yang kita lalui ini menuju Sukawana yang berarti jalur ini melipir ke samping bukan naik ke kawah. Berhubung hari sudah semakin siang kamipun mencari spot untuk istirahat dan makan lalu memutuskan untuk terus melanjutkan jalur ini hingga keluar hutan. Jadi target kami menuju kawah, dibatalkan.

Makan

Saat jalan menuju ‘peradaban kota’  kami mencoba menawarkan diri untuk menumpang di colt buntung, akhirnya sang supir bersama bapak yang baik hati itupun mempersilakan kami. Naiklah kami ke colt buntung. Niat kami menumpang hingga ke jalan raya saja yang ada kendaraan umum namun saat kami tanya pak supir, colt ini pun mau menuju ke arah Lembang, pas sekali dengan tujuan kami yaitu kembali ke pintu masuk Jayagiri untuk mengambil motor.

Naik colt buntung.

Setelah sampai di Lembang kami turun di pertigaan Jayagiri dan berniat memberikan sedikit ‘ongkos’ namun si bapak dan pak supir menolaknya, sungguh baik sekali bapak itu. Semoga rezekinya selalu dilancarkan pak.
Akhirnya, setelah kami mengambil motor kamipun pulang ke rumah masing-masing dengan selamat. Alhamdulillah

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha : *