Pendakian Gunung Rakutak

Halo! sudah lama sekali blog ini tidak diisi :D langsung aja cekidot kisah berikut…

11 Mei 2013 — Gunung Rakutak memiliki tinggi kurang lebih 1957 meter diatas permukaan laut. Terletak di daerah Ciparay, Kabupaten Bandung. Tepatnya di daerah desa Sukarame adalah pos awal pendakian. Siang ini saya dan Andry bertemu tim ngetengmania lainnya di terminal Leuwipanjang sebelum meluncur ke Ciparay.

Dari Leuwipanjang kami naik angkot jurusan Kalapa dan turun di kawasan Tegalega untuk naik angkot jurusan Ciparay. Dari Tegalega hingga Ciparay perjalanan yang ditempuh cukup lama, yaitu sekitar 3 jam dikarenakan banyak ‘komo yang lewat’. Setelah sampai terminal Ciparay kami istirahat, sholat dan sekaligus makan untuk mengisi kekosongan perut selama perjalanan tadi.

Naiklah kami angkot berwarna kuning jurusan Pacet untuk sampai di desa Sukarame, waktu tempuhnya sekitar 45 menit.

Setelah sampai di desa Sukarame kami melakukan registrasi di sekretariat Himpala Rakutak. Dan diantar oleh seorang dari tim Himpala melewati sawah dan rumah-rumah warga menuju titik awal pendakian. Setelah berfoto kami pun langsung nanjak….

Rakutak dari kejauhan

Jalur awal yang dilalui adalah perkebunan warga, jalurnya cukup landai di kiri kanan kita bisa melihat tanaman cabe, dll. Setelah itu barulah kita memasuki kawasan hutan. Hari sudah semakin sore dan gelap. Ditengah perjalanan hujan beserta petir pun turun seolah memberi ucapan selamat datang. hhehe

Semakin tinggi, ternyata medannya semakin curam dan akhirnya kami putuskan untuk istirahat dan pendakian dilanjutkan esok hari. Kami pun mencari lahan kosong untuk mendirikan tenda. Lalu kami langsung istirahat, sholat, makan malam dan tidur ditemani bintang yang bertaburan di langit.

12 Mei 2013 — Bangun pukul 03.30, kami melahap makanan ringan dan memasak makanan untuk dibawa ke puncak sambil menunggu waktu sholat subuh setelah itu kami bersiap-siap untuk melanjutkan perjalanan menuju puncak. Tenda dan perlengkapan lainnya kami tinggalkan. Di gelapnya subuh kami memulai pendakian kembali dan jalurnya ternyata semakin curam.
Sekitar satu setengah jam mendaki akhirnya sampai di puncak satu. Lautan awan menyambut kami bahkan kami sempat melihat pelangi seolah memberikan ucapan selamat kepada kami. Kelelahan terbayar oleh keindahan pemandangan ciptaanNya.

Puncak Rakutak berkabut

Setelah itu kami mulai memasak dan makan bersama di ketinggian 1957 mdpl ini tak lupa bumbu canda dan tawa pun ikut mengiringi prosesi makan ini. Setelah puas makan, beberapa orang mencoba menjajal menuju puncak dua. Jalurnya bisa dibilang ekstrem, ukuran jalur hanya cukup untuk satu orang dan kiri kanannya langsung jurang yang menganga lebar. Kehati-hatian sangat dibutuhkan untuk menggapai puncak dua itu. Sekitar setengah jam dari puncak satu akhirnya saya dan beberapa teman yang lain sampai di puncak dua, suasana saat itu dipenuhi kabut sehingga pemandangan di bawah tidak bisa terlihat dari sini. Setelah itu saya langsung kembali ke puncak satu untuk bersiap turun.

Setelah semua beres, kami turun menuju tempat kamp lalu tak lama setelah istirahat kami packing seluruh peralatan dan langsung tancap gas untuk pulang. Jalur yang dilalui sama dengan jalur naik. Setelah sampai pos pendakian awal kami ditawari juga untuk bersih-bersih di tempat pengurus pendakian Rakutak ini, dan sebagian bersih-bersih di mesjid terdekat. Kalo saya ? nanti aja di rumah hhehe.

Pos awal

Akhirnya perjalanan ini berakhir, saya bersama Andry berpisah dengan tim lainnya di Terminal Leuwipanjang karena mereka harus naik bus lagi ke Depok.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha : * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.