Semeru! Puncak Tertinggi di Jawa

[19 Juni 2013]
Perjalanan kali ini saya lalui bersama tim ngetengmania yaitu bang Rido, Fadhli, Nanang, Balad dan kak Moa. Mereka semua berangkat dari Jakarta dan saya sendiri bersama penumpang kereta api lainnya jalan dari stasiun Bandung untuk ketemuan di stasiun Malang. Ga banyak aktifitas yang bisa dilakuin di kereta, sekedar mendengarkan music, tidur, shalat, makan, dan ke kamar kecil.

[20 Juni 2013]
Esok harinya kami bertemu di stasiun Malang dan langsung mencari tumpangan angkot menuju Tumpang, yaitu tempat penyewaan Jeep untuk menuju Ranupani, pos awal pendakian. Setelah bersih-bersih dan makan di stasiun Malang, kamipun tancap gas menuju Tumpang. Tim kami jadi nambah karena ada bang Imam dan bang … (lupa :D) dari Jakarta yang sama-sama akan menuju Semeru karena mereka cuma berdua jadi gabung sama kita.

Persiapan di Tumpang

Sampai Tumpang kami re-packing sambil mempersiapkan logistik yang belum lengkap dan sebagian mengurus surat sehat juga. Setelah semua beres maka carrier-carrier pun diangkat ke atas jeep kemudian ngengg….. mobil meluncur ke Ranupani.

Perjalanan Tumpang – Ranupani memang agak ekstrem jalan yang kecil dan sebagian jalan ada juga yang rusak, selain itu tanjakan curam pun beberapa kali kita temui. Pemandangan kiri kanan jalan hijau pepohonan dan di tengah jalan kami berhenti untuk menikmati bukit Teletubies yang sungguh indah.

Bukit Teletubies

Sampai Ranupani kami bergegas mendaftar dan sedikit re-packing lagi agar saat pendakian terasa nyaman. Barang-barang yang masih ditenteng sebisa mungkin dimasukin ke dalam carrier. Setelah berdoa kami pun memulai pendakian. Target kami hari ini yaitu bermalam di Ranukumbolo.

Pos Ranupani

Mulai Pendakian

Mulai jalan dari jam dua siang kami akhirnya sampai di Ranukumbolo sekitar jam tujuh malam. Jalur yang dilalui naik turun, mulai dari jalan bersemen hingga tanah basah. Dari panasnya siang hingga hujan rintik-rintik dan dinginnya malam menemani kami sepanjang perjalanan. Tendapun kami dirikan di sini. Malam di Ranukumbolo semakin meriah karena kami bermain UNO sampai ketawa ngakak tentu terdengar sampai keluar tenda. :))

Makan rame-rame!

Sebelum melanjutkan perjalanan. (Ranukumbolo)

View Ranukumbolo dari Tanjakan Cinta

[21 Juni 2013]
Esok harinya, sekitar jam sembilan pagi kami packing dan bergegas melanjutkan perjalanan menuju Kalimati dan Arcopodo yaitu pos terakhir sebelum puncak Mahameru!
Jam dua siang kami sampai di Kalimati untuk makan siang dan istirahat. Biasanya para pendaki mendirikan tenda disini, namun kami memutuskan untuk mendirikan tenda nanti di Arcopodo saja (agak naik lagi) agar saat summit attack perjalanan tidak terlalu jauh.

Setelah istirahat kami melanjutkan lagi perjalanan dari Kalimati ke Arcopodo, jalur yang dilalui mulai ‘nanjak banget’. Dengan tas carrier segede-gede gaban kami berjalan dengan perlahan namun pasti. Karena saya membawa tenda maka ditugaskan untuk jalan duluan biar waktu nyampe bisa bergegas mendirikan tenda. Jam delapan belas, akhirnya kami sampai di pos Arcopodo, hanya ada satu tenda pendaki lain disana. Tenda didirikan dan setelah makan kami mempersiapkan barang-barang yang akan dibawa untuk summit attack dan bergegas istirahat karena harus bangun jam dua belas malam untuk menuju puncak MAHAMERU!

[22 Juni 2013]
Tepat jam dua belas malam, alarm bunyi dan kami bergegas bangun dan bersiap melanjutkan perjalanan menuju puncak. Setelah briefing dan berdoa kami pun cusssss nanjak. :D
Ditemani dinginnya malam beserta bulannya dengan perlahan kami terus berjalan. Dari jauh sudah terlihat puncak Mahameru, terlihat dekat tapi kok ga sampe-sampe hhehe. Bahkan anggota tim sempet ada yang bilang, “itu udah deket, ngapain cepet-cepet jalannya, nanti kepagian sampe puncak!” hhaha.

Pasir Mahameru

Setelah empat jam berjalan puncak masih terlihat di depan mata namun belum tergapai juga. Medan berpasir dan nanjak terussss, membuat mental ini agak goyah. Naik gunung bukan hanya fisik yang ‘main’ namun mental pun benar-benar diuji. Rasanya saat itu ingin turun saja namun rasa itu harus dilawan dan akhirnya Tanah tertinggi di Pulau Jawa berhasil dicapai. Akhirnya setelah berjalan sekitar enam jam kami sampai di puncak Mahameru (3676 mdpl). Allahuakbar!

Sunrise di Puncak Mahameru 3676mdpl

Foto bersama

Di atas awan

Turun dari puncak kami langsung geber hari itu juga turun hingga Pos Ranupani karena besoknya kami harus mengejar jadwal kereta yang sudah dipesan. Saya pulang dari stasiun Malang sedangkan rombongan Depok dari stasiun Surabaya.
Alhamdulillah semua selamat sampai tujuan. :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha : *