Lebaran ke Cikuray 2821mdpl

Beberapa hari setelah lebaran. Malam ini (10/8/13) saya sudah bersiap berangkat menuju Garut. Kali ini saya bersama tim ngetengmania akan melakukan pendakian ke gunung Cikuray. Pintu tol Padalarang menjadi awal pertemuan kita, halah! Mereka datang dari Depok dan saya menunggu beberapa menit di pintu tol ini sampai akhirnya bis dari rombongan Depok datang dan tak lama kemudian bis pun meluncur ke Garut.

Sampai di Garut sekitar jam 3 pagi (11/8/13), kami istirahat dulu di masjid di Terminal Guntur untuk menunggu pagi. Matras pun digelar, terlihat beberapa pendaki lain juga yang sedang beristirahat.

Keesokan hari setelah sarapan kamipun langsung mencari angkutan untuk menuju pos pendakian. Namun untuk mencapai pos awal pendakian atau biasa disebut pos pemancar, kita harus naik ojeg dari daerah Cilawu tempat dimana kami turun dari angkutan umum. Sekitar 1 jam kita naik ojeg dengan jalanan yang cukup membuat kita ‘bergoyang’. Melewati perumahan warga lalu perkebunan teh yang luas sebelum sampai ke pos pemancar dan menyuguhkan pemandangan yang Keuuween!!

Jalan menuju pos awal

Cikuray dari kejauhan

Pukul delapan kami tiba di pos pemancar dan langsung mengurus registrasi ke penjaga disana. Tak lama kemudian kaki kamipun mulai melangkah perlahan berjalan menuju puncak.

Full Team di Pos Pemancar

Mulai Pendakian

Trek pertama yang dilalui adalah perkebunan teh yang terhampar luas. Kami berjalan ditengahnya perlahan tapi capek hhehe. Pos satu, dua, tiga kami lalui dan di pos empat kami istirahat untuk mengisi perut yang sudah mulai lapar.
Perut sudah terisi kami beranjak melanjutkan perjalanan hingga pos enam yaitu puncak bayangan, ini merupakan pos terakhir sebelum puncak Cikuray. Istirahat sebentar disini sampai semua anggota tim berkumpul dan langsung cawww lagi..

Akhirnya pukul empat sore hari kami sampai di puncak gunung Cikuray 2821 meter diatas permukaan laut. Kami sudah ada diatas awan. Diatas kami hanya warna langit yang biru cerah. Tenda didirikan dan bersiap menunggu sunset.

Pemandangan dari puncak

Diatas awan menunggu sunset

Malam hari saya habiskan didalam tenda karena suhu udara yang begitu dingin membuat badan ga niat untuk keluar dari tenda, menggigil. Sedangkan rekan yang lain sibuk memasak. Saya hanya berani sesekali mengintip langit dengan bintang-bintang yang bermunculan buanyaak sekali.

Pagi harinya kami bangun untuk melihat sunrise dari shelter Cikuray. Pendaki lainpun sudah banyak yang menunggu dan mengabadikan diri mereka bersama lukisan alam yang indah ini. Bahkan sampai ada yang naik ke atas shelter.

Ba’da sunrise kembalilah kami ke tenda untuk bersiap breakfast dan foto-foto.

Sunrise yang indah

Sebelum turun

Jam sembilan pagi kami berkemas dan bersiap menuruni Cikuray. Perjalanan turun menghabiskan waktu sekitar empat jam sampai pos pemancar. Pukul satu siang kami sampai di pos pemancar. Kami naik ojeg untuk sampai ke Cilawu, tempat naik angkot menuju terminal Guntur dan ditengah perjalanan kami singgah sebentar karena ditawari untuk bersih-bersih di rumah saudara salah satu pemilik ojeg, Pak Cecep. Maksudnya bersih-bersih diri bukan disuruh bersihin rumahnya :D. Tak lama kemudian bermunculanlah aneka macam cemilan didepan kami, dengan sedikit malu-malu kami comot hingga akhirnya malu-maluin hhaha, baik sekali bukan keluarga Pak Cecep ini.

Setelah sudah pada wangi kami melanjutkan kembali perjalanan pulang menuju Terminal Guntur dengan angkutan umum. Sesampainya di terminal saya berpisah dengan rombongan Depok karena tujuan saya ke Bandung bersama abang. Rombongan Depok sudah jalan, kami berdua masih mencari bis yang menuju Bandung. Susah, karena masih arus balik mudik lebaran dan jalanan menuju Garut macet, sehingga bis-bis dari arah Bandung maupun Jakarta enggan menuju Garut. Akhirnya ‘pasokan’ bis pun berkurang. Hingga malam hari belum ada bis. Apa mau dikata, bangku terminal pun akhirnya jadi tempat kami ‘nenda’ hingga esok hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha : *