Gunung Pangrango

14-15 September 2013. Malam ini berangkat bersama abang menuju Cibodas – Cianjur, tepatnya menuju pos pendakian Gunung Gede Pangrango. Dari rumah sekitar pukul 1 pagi (14/9/13) kami berangkat berdua dengan mengendarai sepeda motor. Walaupun sempat mengalami bocor ban, namun perjalanan lancar sampai tujuan. Pukul 03.30 kami bertemu rombongan ngetengmania yang berangkat dari Jakarta di warung sekitar pintu masuk TNGGP yang menjadi meeting point kami.

Setelah persiapan semua sudah siap, pagi buta jam 4 kami masuk ke pos pendakian untuk melapor dan cuuuss nanjak. Kami berjalan santai (karena ga kuat cepet) hingga istirahat dan subuh-an dulu di pos pertama yang kami temui (lupa namanya), sebelum kami melanjutkan perjalanan kembali. Jalur yang dilalui di TNGGP ini sudah berbentuk bebatuan yang disusun rapih oleh pengelola, mulai dari pos pendakian hingga pos Kandang Badak.

Jalan

Sebelum ke pos Kandang Badak terdapat jembatan air panas yang mengalir dari atas, disini perlu kehati-hatian sebab jalurnya bebatuan cukup licin dan sebelah jalur itu jurang. Namun jangan khawatir, di jalur ini tersedia tali yang bisa dijadikan pegangan (hidup). Disini kita bisa menikmati air panas alami sambil melepas lelah.

Kandang Badak

Sesampainya di Kandang Badak kami istirahat, makan, sholat dzuhur. Setelah itu kami lanjutkan kembali perjalanan. Di Kandang Badak ini lah cabang antara yang mau ke puncak Gunung Gede dan Pangrango, sesuai rencana kami berjalan menuju puncak Pangrango. Jalurnya kini sudah tak ada lagi bebatuan, hanya jalur tanah yang masih alami dan beberapa batang pohon yang terkadang menghalangi jalur.

Batang Pohon

Walaupun di tengah perjalanan diguyur hujan (dan terasa ga nyampe-nyampe), satu-persatu anggota tim akhirnya sampai di puncak gunung Pangrango 3019 meter diatas permukaan laut. Tepat di puncaklah kami membangun tenda agar bisa istirahat.

Puncak Pangrango

Malam hari diisi dengan masak-masak di dalam tenda, karena di luar angin cukup kencang dan suhu dingin. Di satu tenda kami masak dan makan hingga perut kenyang. Setelah itu baru istirahat.

Keesokan paginya (15/9/13) kami sedikit turun ke Mandalawangi untuk menikmati hamparan padang Edelweis walaupun sedikit tertutup kabut. Setelah puas akhirnya kami bergegas untuk kembali ke tenda dan bersiap untuk turun. Saat turun kami istirahat di Kandang Badak lagi dan sampai di pos awal pendakian sekitar pukul 3 sore.

Mandalawangi

Full Team

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha : *