Tamasya ke Papandayan

Kapan lagi. UTS yang hanya dua hari jadi alasan kami untuk naik ke Gunung Papandayan Garut. Tepatnya Rabu (5/11) pagi, bersama 10 orang kawan kami bergegas menuju Garut. Delapan orang berpasangan naik motor menuju Garut, sedangkan satu lagi sendiri menunggangi motornya :p.
Dengan carrier yang cukup penuh karena tenda, saya lebih memilih duduk ‘agak’ manis dalam kursi bus Elf Bandung – Cikajang bersama satu orang kawan.

***

Pukul 12.00 kami semua sudah bertemu di Cisurupan untuk kemudian diangkut dengan mobil bak terbuka layaknya sayur menuju pos awal pendakian Gunung Papandayan.

Di mobil bak

Pukul 14.00 setelah kawan-kawan mengisi amunisi terlebih dahulu dengan makanan yang dibeli dibawah tadi, kami berdoa dan memulai pendakian ini. Bismillah. Papandayan hari ini tak ramai, mungkin karena hari kerja tak banyak pendaki yang naik.

Bersiap memulai pendakian

Bebatuan putih dan hamparan kawah menjadi pemandangan yang pertama dijumpai. Tebing di kiri dan di kanan menambah pesona Gunung Papandayan ini. Kamera yang dibawa rasanya ingin terus mengabadikan ciptaanNya.

Memasuki kawah bau belerang lumayan menusuk hidung. Asap belerang sudah mengepul di beberapa titik hingga melebur ke atas langit. Kami berbaris mengular menyusuri jalur kawah ini perlahan namun cukup pasti. Napas yang sudah mulai tak teratur diatur lagi dengan beristirahat di beberapa titik sehingga membuat kami ngumpul lagi.

Asap belerang :)

Istirahat

Istirahat (lagi)

Hujan ringan sempat mengguyur kami namun tak lama. Pukul 17.00 kami sudah sampai Pondok Saladah dan membangun tenda. Kini Pondok Saladah sudah dibangun tiga buah toilet ditambah mushola, lalu tempat bilas-bilas dan saung kecil. Serasa bukan digunung :)
Kami langsung menggelar tenda lalu masak air biar mateng untuk minum minuman hangat walaupun minumannya cepat dingin karena suhu di sini sudah dingin beud :).

Gelar tenda

Malam hari tak banyak yang kami lakukan. Sehabis masak makanan yang ada, bergegaslah kami tidur karena udara malam yang cukup menusuk tulang membuat badan tak sanggup belama-lama berdiam di luar tenda. Perut sudah kenyang, ragapun sudah siap melayang dalam mimpi :)

***

Keesokan paginya kami sudah bersiap untuk jalan menuju hutan mati hingga bibir kawah Papandayan. Kami tinggalkan tenda dan barang kami di Pondok Saladah. Makanan ringan dan minuman yang cukup dibawa.
Karena belum pernah ada yang kepuncak dan belum kenal dengan jalurnya maka kami memuaskan diri dengan bermain di kawasan hutan mati hingga bibir kawah. Dari sini jalur yang kemarin dilewati bisa dilihat dengan jelas. Berfoto ria merupakan aktivitas yang dilakukan hingga matahari sudah naik cukup tinggi.
Pemandangan yang keren disini setidaknya membuat mata ini terhibur dari rutinitas di depan laptop setiap hari. :)

Groupfie :)

Bibir kawah

Pukul 07.30 kami sudah kembali di pondok Saladah untuk sarapan dan bersantai. Mie, kornet, dan ikan teri menjadi menu makan pagi ini.

Sarapan.

Pukul 10.30 kami mulai menuruni gunung, pukul 12.00 kami sampai di pos awal pendakian untuk diangkut kembali dengan mobil bak menuju jalan raya Cisurupan dan kembali pulang menuju Bandung.

Selamat UTS

***

Video liputan perjalanan ke Gunung Papandayan ini tayang juga di NET10, berikut videonya :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha : * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.