Sarapan di Curug Bugbrug

7 Februari 2015 – Gerbang liburan semester sudah dibuka sedangkan gerbang pendakian di beberapa gunung ditutup rapat, salah satunya mungkin karena cuaca saat ini sedang musim hujan dan sering terjadi badai di gunung maka untuk mengurangi hal-hal yang tidak diinginkan sekaligus memberi “nafas” pada alam yang sudah diinjak ribuan kaki pendaki beberapa gunung ditutup.

Maka dari itu untuk melampiaskan rasa “rindu” bermain di alam, munculah ide melakukan perjalanan pendek atau gaulnya short trip untuk sekedar sarapan di alam terbuka. Akhirnya rencana disebar, siapapun boleh ikut alhasil terdapat sekitar dua puluh-an orang yang mau ikut.

Pagi sekitar jam delapan, walau agak ngaret dikit kami sampai di Curug (air terjun) yang memang belum dibuka untuk umum yaitu Curug Bugbrug, lokasinya tepat disebelah gerbang Ciwangun Indah Camp. Pintu masuknya saja masih digembok dan diportal ditambah tulisan “Bukan Jalan Umum” beserta tanda bulatan merah dengan strip putih. Saat kami datang ternyata pintu masih di gembok. Setelah tanya warga sekitar katanya yang jaga belum datang. Selang lima menit akhirnya datang juga juru kunci pintu masuk ini. :)

Dari pintu masuk kami menyusuri jalan setapak menuju Curug Bugbrug yang terlihat sedang dalam proses pembangunan. Jalan santai sekitar 15 menit di pagi hari ini memang terasa segar. Setelah sampai tepat di Curug Bugbrug kami pun langsung gelar tikar untuk bersiap memasak sarapan.

Curug Bugbrug

Masak

Makan

Nasi dan mie (teuteuuup) menjadi menu utama ditambah omlet. Kalau makan menu seperti itu di rumah terasa biasa, tapi karena makannya di alam terbuka ditemani suara air terjun yang brug-brug ditambah makannya di daun pisang bersama rekan-rekan itu yang membuat sungguh istimewa.
Ga perlu jauh-jauh untuk bahagia. :)

Curug Bugbrug

Tempat yang cukup romantis di Curug Bugbrug :)

Bersama rekan-rekan :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha : * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.