Tips Foto dari Fotografer Senior

[Repost Postingan dari Instagram]

A photo posted by Khairil Nst (@khairilnst) on

Udah beberapa kali nonton video-video dari beberapa fotografer pro senior (om Arbain ama om Darwis), ternyata kurang lebih mereka memiliki tips-tips yang ga beda jauh. Mau numpang share ya disini, kalo di twitter namanya kultwit, di instagram kulgram kali yah hhehe sebenernya sekalian buat catetan pribadi juga. Semua yang ditulis ini adalah rangkuman dari apa yang beliau sampaikan, bukan dari saya ya (da aku mah apa atuh)

Tips #1. Kamera
Kamera apa yang paling bagus buat pemula? ini pertanyaan yang sering ditanyakan ke beberapa fotografer. Jawabannya adalah anda punya uang berapa dan kepentingan motret buat apa? Sekarang ini semakin mahal kamera semakin bagus, jadi kalau mau bagus beli lah yang paling mahal :D
Dan kalau kepentingan anda memotret hanya untuk sekedar bersenang-senang tentu ga perlu beli kamera yang harganya sampe puluhan juta rupiah :D Bagi yang ingin mencoba belajar pengaturan semi manual anda bisa mencoba dengan menggunakan kamera prosumer sebelum kamera DSLR. Bahkan saat ini beberapa handphone sudah memiliki pengaturan semi-manual, jadi sangat mumpuni buat yang mau belajar foto-foto dan hanya untuk sekedar bersenang-senang (kayak saya) 😀
Intinya kamera bukan satu-satunya faktor yang membuat foto itu jadi bagus, masih banyak faktor lain yang ga kalah penting.

Tips #2. Momen, Angle dan Komposisi
Tujuan berfoto adalah untuk menangkap/mengabadikan suatu momen. Ada pepatah bilang “a picture paints a thousand words”. Nah kalo kita menangkap momen yang pas, maka orang yang lihat foto kita pasti bisa “ngerasain” juga arti dari foto tersebut. Menangkap momen ini yang ga bisa sepenuhnya dipelajari di atas kertas, kejelian menangkap momen harus diasah, satu-satunya ya dengan cara sering motret, begitu kata beliau.

Ketika kita lengah satu detik saja menjepret saat suatu peristiwa terjadi, maka kita tidak bisa berbuat apa-apa dan peristiwa tersebut tidak bisa diulang lagi. Sedangkan kalau foto kita saat menangkap momen itu agak gelap atau terlalu terang (karena settingan kurang tepat) masih bisa di edit.
Saking pentingnya momen bahkan ada yang rela menunggu berjam-jam untuk mendapatkan view pemandangan alam yang bagus hingga harus naik ke atas gunung untuk menunggu momen matahari muncul yang pas untuk dipotret, dan tentu momen itu ga bisa didapet di siang hari bukan? Karena kalau momen tidak tepat maka beda juga “rasa” dari foto tersebut.

Begitu pula dengan angle dan komposisi saat kita mengambil foto, ini bisa mempengaruhi “rasa” foto itu. Sama seperti momen, kejelian menentukan angle dan komposisi walaupun bisa dipelajari di atas kertas namun tetap harus diasah melalui pengalaman di lapangan, karena katanya kadang di atas kertas dan di lapangan itu jauh berbeda.

Jadi walapun kita foto pake kamera hp jika momennya pas, pasti akan lebih bagus dibanding dengan kamera DSLR tapi telat ngambil momennya. 😁

Tips #3. Auto atau Manual?
Banyak yang berpikiran bahwa ketika menggunakan kamera DSLR segala sesuatunya harus disetting secara manual. Padahal menggunakan fungsi Auto pun ga ada masalah, om Arbain yang pro aja sering pake Mode Auto katanya, karena mode Auto itu hanya untuk mengotomatiskan settingan metering (iso, exposure,dll). Mode Auto tidak bisa mengotomatiskan dalam hal menangkap momen dan angle yang sangat penting (Tips #2). Bayangkan ketika suatu momen terjadi kita malah sibuk mengatur settingan kamera, yang ada malah momennya terlewat begitu saja.
Mode Manual diperlukan ketika settingan Auto tidak mampu menghasilkan foto yang kita inginkan, barulah kita menggunakan mode Manual itu. Inilah kenapa kamera digital lebih mahal daripada kamera analog, karena kamera analog tidak ada settingan Auto-nya, kita harus men-set segala sesuatunya secara manual. Jadi rugi kan kalau ga dipake mode Autonya, udah mahal-mahal beli kamera :D

Btw dulu waktu kuliah, setelah belajar di mata kuliah pengolahan citra digital, kerasa banget ternyata untuk membuat suatu gambar terlihat lebih baik secara Auto itu dibutuhkan program dengan rumus-rumus yang rumit dengan memeriksa setiap nilai piksel dari gambar. Bayangkan gimana cara program mengetahui bahwa foto yang akan kita ambil itu terlalu gelap, lalu secara otomatisnya kamera menset pengaturan metering sehingga menghasilkan gambar yang lebih terang dan lebih baik. Jadi kenapa harga kamera digital mahal salah satunya ya karena di dalam kamera itu ada program yang ga gampang dibuat. Coba deh belajar pengolahan citra digital, ngeri-ngeri syedep pokoknya hhaha.

Jadi intinya sih walaupun pake DSLR sekalipun, ga usah malu pake mode Auto, selama gambar yang dihasilkan sesuai keinginan 😀.

Tips #4. Editing / Rekayasa
Editing diperlukan untuk memperbaiki foto yang kita ambil, ketika foto kurang terang atau terlalu terang bisa kita edit.

Editing bagi sebagian orang mungkin hal yang “haram” ( #nofilter #noeffect #noedit ), bebas aja sih itu hak orang. Tapi bagi saya, menggunakan filter, efek, dll sebenernya untuk kepuasan sendiri, biar foto lebih enak diliat (untuk saya). Wong para fotografer yang pro aja mereka meng-edit foto mereka, apalagi saya ini yang jauh dari pro, jadi menutupi gambar yang jelek dikasih efek biar setidaknya keliatan keren hhaha. Jadi diedit atau engga itu sih sesuai selera masing-masing.
Benar atau salahnya mengedit sebuah foto tergantung mau di publish dimana foto tsb. Kalau sekedar untuk upload di instagram, fb, twitter yang sifatnya untuk bersenang-senang gapapa juga kali mau diedit sedemikian rupa wong kita ga dibayar juga sama Followers hhaha. Berbeda ketika kita mempublish foto untuk kepentingan berita atau kepentingan formal lainnya tentu editing ga bisa seenaknya.

Btw setau saya tiap kamera juga melakukan filter pada hasil fotonya, baik filter dari hardware ataupun dari softwarenya, coba aja hasil foto kamera A dan kamera B hasilnya kadang beda (dari segi warna,kecerahan,dll) walaupun objek, settingan dan posisi motonya sama, jadi ga akan ada yang bener-bener real #nofilter #noeffect. 😀 secara ga sadar dengan menggunakan flash kamera aja kita sebenarnya sudah mengedit foto, kan di keadaan sebenernya objek yang akan difoto itu gelap, karena dibantu pake flash jadi keliatan terang. Jadi kalau ada yang moto malem hari terus pake flash dan bilangnya #nofilter itu pasti bohong wkwkw 😁😁. Karena udah hakikatnya sebagai manusia pasti ingin terlihat lebih baik, bener ga sih? Sebenernya dalam keseharian juga kita sering mengedit lho.. Contoh para perempuan pake make-up, itu udah ngedit wajah kan? ✌️ *kemudian ditimpuk para cewe 😁. sebenernya dengan era digital ini kita ga perlu make-up, cukup di edit di aplikasi, jadi ga perlu biaya make-up lagi kalau untuk sekedar foto hahaha

Sekian dulu #share tips foto nya Mohon maaf kalau ada kesalahan dari tips-tipsnya ya.

*CMIIW

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha : *