Gunung Api Purba Nglanggeran

Setelah selesai jadi anak pantai dan bermain foto-foto di Pantai Baron, perjalanan saya lanjutkan ke daerah desa Nglanggeran untuk jadi anak gunung. Di desa ini terdapat sebuah gunung yang bernama Gunung Api Purba.

Dari Pantai Baron saya memacu motor ke arah Jogjakarta dan menuju desa Nglanggeran. Perjalanannya ditempuh kurang lebih selama satu setengah jam melewati jalan besar dari Pantai Baron hingga sampai di pos awal pendakian.

Pendakian kali ini tentu ga sampe bikin tenda, niatnya hanya “tektok“, naik ke puncak lalu turun lagi.
Trek di gunung ini sudah ditata rapih oleh pengelola. Jalannya menanjak dan beralaskan bebatuan yang tersusun cukup baik. Di beberapa spot juga terdapat gazebo yang bisa dijadikan tempat istirahat sejenak. Selain itu penunjuk jalan dan kata-kata penyemangat pun dipasang di spot-spot treking. Salah satu contoh kata-kata penyemangat yang bikin #jleb itu tulisannya kira-kira gini “Bentar lagi Pos I, Ayo semangat! Walau belum punya pasangan tapi tetep jaga lingkungan” hmmm :)) Saat naik ke puncak ini ga ada orang sama sekali, gunung serasa milik pribadi hhehe

Keunikan dari gunung ini adalah bebatuannya. Pemandangan saat berjalan di gunung ini didominasi oleh bebatuan besar, bahkan ada spot yang mengharuskan kita berjalan di antara dua batu besar, gelap dan sempit semacam di film 127hours gitu *lebay :D

Jalan Sempit diantara Batu Besar

Didalam Batu Besar

Diantara Batu Besar

Setelah sekitar satu setengah jam nanjak akhirnya sampai di puncak Gunung Purba ini. Seperti di puncak gunung pada umumnya, kita bisa melihat pemandangan yang luas dari sini. Di atas puncak saya habiskan dengan istirahat dan memakan makanan yang dibeli di warung sekitar pos awal pendakian tadi. Kali ini ga sendiri, di puncak ini ternyata ditemani burung-burung yang berterbangan di atas puncak hhaha

View dari Puncak Gunung Api Purba Nglanggeran

Narsis di Puncak Gunung Api Purba Nglanggeran

Setelah selesai mengeringkan keringat dan menikmati angin gunung, maka selesai jugalah perjalanan ini #udahgituaja. Turun lagi dengan trek yang sama menuju pos awal pendakian dan dilanjut dengan ngegas motor hingga ke pusat kota Jogjakarta untuk —numpang— beristirahat. Istirahat setelah jadi anak Pantai dan anak Gunung dalam sehari :))

***

Keesokan hari sebelum pulang ke Bandung, hanya menghabiskan waktu dengan wisata di daerah kota saja, mengunjungi spot-spot mainsetrum Jogjakarta seperti Jalan Malioboro, Tugu, sekitar Keraton dan siang harinya ditutup dengan mengunjungi Masjid Hitz di Jogjakarta yaitu Mesjid Jogokariyan :))

Masjid Jogokariyan

Dan ini dia video yang dibuat selama #exploreJogjakarta

Sekian & Terima kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha : * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.