Solo Traveling Perdana

Kota Jogjakarta menjadi destinasi perdana buat solo traveling. Sudah lama ingin ke Jogja akhirnya kesampean, walaupun harus sendiri. Liburan di kala orang-orang sedang asyik bekerja mencari pundi-pundi.
Perjalanan singkat kali ini mencoba jadi Jomblo Solo Traveler karena memang belum pernah jalan jauh sendirian. Yah sekedar ingin merasakan sensasi jalan sendiri, merencanakan dan membuat itinerary sendiri, nyari info sendiri, motret sendiri (a.k.a selfie :D), pokoknya serba sendiri (mungkin ini akibat terlalu lama sendiri hhaha )

27 September 2016
Malam hari menumpang kereta dari Bandung menuju Stasiun Tugu Jogjakarta, sesampai disana dijemput Bang Sigit (teman kakak yang baik hati hhehe). Diangkutlah saya menuju rumah beliau hingga menunggu pagi datang, sebelum saya menjajaki tempat wisata di Jogja.
Destinasi pertama sesuai yang dijadwalkan yaitu akan berjalan menuju pantai selatan Jawa yaitu main di Pantai Baron. Berbekal info dari Mas Google dan Mbak Gmaps saya menjajal jalanan Jogjakarta dengan sepeda motor hasil minjem kepada Bang Sigit hhehe (minjem?? aduh agak-agak ga tau malu gitu yah anaknya tuh :D ).
Dua jam dilalui menyusuri jalan yang variatif mulai dari jalanan kota hingga jalanan sepi yang kiri kanan hanya perkebunan dan akhirnya tibalah di daerah Gunung Kidul. Disini berjejer spot pantai yang keren salah satunya pantai Baron yang saya kunjungi. Pantai disini memiliki ombak yang cukup besar karena pantai ini langsung berhadapan dengan Samudera Hindia, saya memilih untuk foto-foto di pinggir pantai saja.

Pinggir Pantai Baron

Setelah selesai foto-foto, perjalanan dilanjutkan menuju tower yang berada di bukit sebelah Pantai Baron. Untuk menuju ke tower sebenarnya bisa jalan melewati tangga yang disediakan pengelola, namun karena lagi agak males naek, saya lanjutkan dengan menunggangi motor walau jalannya harus agak memutar. Ekspektasi awal jalan menuju ke tower tersebut bagus, namun ternyata realitanya tidak begitu. Jalanannya berbatu dan tanah semua sehingga butuh kehati-hatian ekstra dalam mengendarai motor. #tsah

Setelah mendapat izin dari penjaga saya masuk ke tower yang sepi itu, dan ga ada satu orangpun saat saya naik ke atas. Untuk sampai ke puncak tower harus melewati sekitar lima tangga spiral — lupa jumlah tepatnya, saking terlampau lelah :) — plus satu tangga vertikal yang tidak ada pengamannya loh, agak serem juga sih.
Setelah sampai puncak kita langsung bisa melihat pemandangan pantai yang luas, mirip Raja Ampat lah yah hhaha *maksa

Sebelah Kanan Jalan Berbatu Yang Dilalui Motor

Pemandangan Dari Atas Menara

Setelah puas menikmati pemandangan dan angin pantai saya melanjutkan lagi perjalanan ke destinasi selanjutnya, yaitu ke …. *kuota abis, mohon maaf :D

Bersambung…

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha : *